Kamis, 07 Oktober 2010

KEBUGARAN JASMANI

KEBUGARAN JASMANI

Kebugaran jasmani adalah kemampuan tubuh dalam melakukan aktifitas tanpa mengalami kelelahan yang berarti. Tanpa mengalami kelelahan yang berarti maksudnya adalah setelah melakukan aktifitas yang berat, masih sanggup melakukan aktifitas yang lain yang bersifat mendadak.

10 komponen kondisi fisik :
1. Kekuatan adalah kemampuan tubuh dalam mengangkat beban yang berat dalam satu kali angkatan
contoh latihan : angkat barbell(lengan), jogging(kaki)push up(lengan), sit up(perut).
2. Daya tahan adalah kemampuan tubuh dalam menahan beban yang sangat berat dalam waktu yang lama
Contoh latihan : angkat barbell, jogging, push up, sit up, pull up
*perbedaan latihan pada kekuatan dan daya tahan adalah pada frekwensi, intensitas dan volume latihan
3. Kelincahan adalah kemampuan tubuh dalam mengubah arah dalam waktu yang singkat.
Contoh latihan : lari bolak balik, shuttle run, lari angka 8, lari zigzag
4. Daya ledak adalah kemampuan tubuh dalam melakukan gerakn secara tiba-tiba. Contoh melompat.
Contoh latihan : vertical jump. Lompat kodok, lompat jauh
5. Keseimbangan adalah kemampuan tubuh dalam memelihara kondisi tubuh dalam keadaan statis/tetap
Contoh latihan : berdiri satu kaki, berjalan di atas balok
6. Kecepatan adalah kemampuan tubuh dalam menempuh jarak tertentu dalam waktu yang singkat.
Contoh latihan : lari 60 meter,lari 100 meter
7. Daya tahan jantung dan paru adalah kemampuan paru dan jantung dalam menyuplai oksigen (O2) sebanyak-banyaknya dalam melakukan sirkulasi darah atau sering disebut dengan VO2Max
8. Kecepatan reaksi adalah kemampuan neuromuscular dalam menyampaikan rangsangan keseluruh tubuh. Contoh latihan : memukul, mengelak dengan menggunakan fotogademeter
9. Koordinasi gerak adalah kemampuan tubuh dalam melakukan gerak yang berbeda dalam waktu yang sama. Contoh latihan : jalan di tempat, gerak jalan.
10. Kelentukan(agility) adalah kemampuan persendian tubuh dalam melakukan gerakan yang luas.
Contoh latihan : stretching passive.

Denyut nadi.
Denyut nadi adalah irama jantung dalam melakukan aktifitasnya memompa darah keseluruh tubuh dan menariknya kembali ke jantung(systole dan diastole). Denyut nadi dapat dihtung dengan melakukan palpasi pada pergelangan tangan, leher, dada sebelah kiri dengan menggunakan jari yang paling sensitive. Biasanya Denyut nadi yang dihitung selama 10 detik dan dikalikan dengan 6 sama dengan jumlah denyut nadi 1 menit.
Denyut nadi istirahat manusia non atlet adalah dibawah 100 bits/menit, untuk atlet ≤ 60 bits/menit. Untuk mengetahui denyut nadi latihan seseorang gunakan rumus :
DNM = 220 – UMUR DNM = Denyut Nadi Maksimal
DNL = DNM x Intensitas DNL = Denyut Nadi Latihan
I = Intensitas latihan
Atlet 80 %
Non Atlet 70 %
Contoh :
Seorang anak (non altlet) berusia 17 tahun, melakukan latihan dengan intensitas 70%. Berapakah denyut nadi latihannya?
Jawab :
Dik : Umur = 17
I = 70 %
Dit : DNL……….?
Jawab :
DNM = 220 – UMUR
= 220 – 17 Tahun
= 203 bits/menit
DNL = DNM x I
= 203 x 70 %
= 142,1
= 142 bits/menit
Jadi si anak harus mencapai denyut nadi 142 bits menit barulah dia mencapai denyut nadi latihannya.

Jika si anak adalah seorang atlit dengan mengunakan intensitas 80 % maka :
DNL = DNM x I
= 203 x 80%
= 162,4
= 162 bits/menit
Mengapa intensitas dan denyut nadi latihan atlet harus lebih tinggi?
Karena atlet latihan untuk prestasi sedangkan non atlet latihan untuk memelihara kebugaran jasmani.

Jumat, 29 Januari 2010

SURAT PEMBERITAHUAN

PANITIA PENTAS SENI
SD-SMP-SMA SANTA LUSIA
Jl. Medan-Batangkuis Km 14 No. 123 Sei Rotan

No : 02/PPS SD-SMP-SMA ST.LS/01/10 Sei Rotan, 27 Januari 2010
Hal : Pemberitahuan Kepada Yth :
Orangtua/Wali siswa/i
Di tempat

Dengan hormat,
Salam dalam nama Tuhan Yesus Kristus.
Sehubungan dengan diadakannya Pentas Senu SD-SMP-SMA Santa Lusia Sei Rotan pada :

Hari : Sabtu, 8 Mei 2010
Waktu : 10.00 WIB s/d selesai
Tempat : Lapangan SMP-SMA Santa Lusia Sei Rotan

Sehubungan dengan hal tersebut kami panitia Pentas Seni SD-SMP-SMA Santa Lusia Sei Rotan datang kehadapan Bapak/Ibu orangtua/wali siswa/i kami memberitahukan bahwa dana yang dikutip dari siswa untuk mendukung kesusksesan Pentas Seni tersebut adalah :

1. Setiap siswa/i dikutip sebesar Rp.25.000,-
2. Bagi siswa/i berjumlah 3 orang atau lebih yang sekolah di Santa Lusia Sei Rotan akan diberikan diskon sebesar Rp.5000,- /siswa

Demikian kami sampaikan kepada orangtua/wali anak didik kami dengan harapan seluruh orangtua anak didik kami akan mendukung program kegiatan tersebut agar tercipta siswa/i yang kreatif, inovatif, perduli terhadap lingkungan hidup dan berguna bagi seluruh komponen masyarakat, terutama dihadapan Tuhan Yang Maha Esa.

Atas kerjasama yang baik dari Bapak/ibu kami haturkan terima kasih banyak, semoga Tuhan memberkati kita semua dan melimpahkan anugrah-Nya kepada Kita.

Hormat kami,
Panitia Pentas Seni 2010
Keluarga Besar Santa Lusia Sei Rotan
(SD – SMP – SMA)
Ketua Panitia, Sekretaris,


D.Silalahi, S.Si A.Situmorang,AMd

Mengetahui,
Ka. SD Santa Lusia, Ka.SMP – SMA Santa Lusia,


Sr.Jeanne Sagala,KSFL Sr.Maristella Situmorang,KSFL

Senin, 18 Januari 2010

Proposal PENSI

PANITIA PENTAS SENI
SD-SMP-SMA SANTA LUSIA
Jl. Medan-Batangkuis Km 14 No. 123 Sei Rotan

No : 01/PPS SD – SMP – SMA ST.LS/I/2010
Lampiran : 1 (satu) berkas proposal
Hal : Mohon Bantuan
Kepada Yth :
……………………………
di tempat

Dengan hormat,
Salam salam nama Tuhan Yesus Kristus.
Sehubungan dengan diadakannya Pentas Seni Keluarga Besar SD – SMP – SMA Santa Lusia Sei Rotan pada :
Hari/Tanggal : Sabtu, 8 Mei 2010
Waktu : Pukul 10.00 WIB s/d selesai
Tempat : Lapangan SMP dan SMA Santa Lusia Sei Rotan

Berkenan dengan hal tersebut kami Panitia Pentas Seni Keluarga Besar SD – SMP – SMA Santa Lusia Sei Rotan datang kehadapan Bapak/Ibu donatur agar sudi kiranya berpartisipasi demi terlaksananya acara Pentas Seni tersebut.
Demikianlah surat permohonan ini kami sampaikan. Atas partisipasi dan bantuan serta kerjasama yang Bapak/Ibu donatur berikan kami haturkan terimakasih.
Hormat kami,
Panitia Pentas Seni 2010
Keluarga Besar Santa Lusia Sei Rotan
(SD – SMP – SMA)
Ketua Panitia, Sekretaris,


D.Silalahi, S.Si A.Situmorang,AMd

Mengetahui,
Ka. SD Santa Lusia, Ka.SMP – SMA Santa Lusia,


Sr.Jeanne Sagala,KSFL Sr.Maristella Situmorang,KSFL

Nama Acara
PENTAS SENI KELURGA BESAR SANTA LUSIA SEI ROTAN
( SD-SMP-SMA)
Tema Acara
“ SAVE OUR PLANET TO GET YOUR DREAM ”

PENDAHULUAN
Protege Creaturam, Lindungilah Ciptaan, merupakan suatu ungkapan dan sekaligus ajakan yang sangat penting untuk direnungkan dan dilaksanakan, mengingat kondisi alam yang terjadi akhir – akhir ini. Kerusakan lingkungan yang berdampak pada pemanasan global, memberikan efek yang sangat dasyat terhadap segala mahluk ciptaan di bumi. Maka permasalahan yang dihadapi oleh manusia sebenarnya tidak terlepas dari pengaruhrendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian alam serta rendahnya upaya berupa aksi nyata terhadap peletesarian lingkungan hidup.

Melestarikan lingkungan hidup merupakan keharusan bagi siapapun yang mendiami bumi ini. Bumi menjadi tempat manusia untuk beraktifitas, menjalani, mengisi hidup dan kehidupannya, bumi juga menjadi tempat manusia meraih impian melalui pengembangan – pengembangan kreatifitasnya. Bumi yang lestari akan sangat mendukung bagi manusia dalam menjalankan segala bentuk aktifitasnya serta meraih impian hidupnya.

Upaya – upaya penyadaran akan pentingnya pelestarian alam sebenarnya sudah diupayakan dan menjadi perhatian dunia, khususnya lembaga PBB, pada bulan November melaksanakan konfrensi perubalan iklim di Kopenhagen Denmark. Ini bukti keprihatinan dunia akan kondisi alam yang terjadi saat ini. Namun upaya tersebut hanya terjadi dalam tingkatan yang sangat luas dengan program – program yang sangat canggih, padahal seharusnya diupayakan mulai dari lingkungan terkecil dan terjadi disegala lini kehidupan manusia, karena setiap insan dibumi harus sadar dan banyak bergerak untuk meletestarikan alam lingkungannya.

Keluarga besar Santa Lusia Sei Rotan ( SD – SMP – SMA ), merupakan lembaga tempat dimana generasi muda dididik untuk menjadi generasi yang sadar sekaligus mau bertindak untuk melestarikan alam. Sebagai salah satu lembaga pendidikan, SD – SMP – SMA Santa Lusia berperan dalam upaya menyadarkan warganya akan pentingnya pelestarian alam. Salah satu program yang akan dilaksanakan adalah melaksanakan Pentas Seni dengan mengambil Thema : “ Save Our Planet To Get Your Dream”. Melalui acara Pentas Seni kiranya warga Santa Lusia secara khusus, dan masyarakat secara umum diajak untuk menyadari betapa pentingnya pelestarian bumi karena bumi menjadi tempat mereka untuk meraih segala impian – impian hidupnya. Acara pentas seni itu sendiri akan dikemas sedemikian rupa sehingga setiap orang yang terlibat dan menyaksikan acara tersebut semakin sadar dan peduli akan kelestarian bumi ciptaan.

Keluarga besar Santa Lusia Sei Rotan mengambil peran di dalam upaya penyadaran pelestarian bumi bukan dengan konferensi, tetapi dengan pagelaran seni, dan aneka pertunjukan lainnya. Mudah – mudahan dengan acara ini harapan kita untuk bumi yang lestari dapat terwujud.

TUJUAN KEGIATAN

Terdapat dua target yang ingin dicapai dalam pelaksanaan acara ini. Kedua target tersebut adalah:
1. Untuk Masyarakat Umum
a. Menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian alam.
b. Menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa bumi adalah tempat segala aktivitas manusia terjadi untuk itu perlu dilestarikan.
c. Mengajak masyarakat untuk terlibat dalam pelestarian lingkungan dengan memulai dari sendiri dan melakukan dari yang terkecil
2. Untuk Keluarga besar Santa Lusia Sei Rotan
a. Menanamkan kesadaran bagi para pelajar Santa lusia akan pentingnya pelestarian alam
b. Mengajak pelajar-pelajar yang ada di Santa Lusia Sei Rotan untuk berpartisipasi dalam upaya penyadaran akan pentingnya pelestarian alam melalui kreativitas mereka
c. Menggali serta mengembangkan potensi dan bakat para pelajar dibidang seni.
d. Memberikan kontribusi positif terhadap masyarakt umum dalam bentuk acara kepedualian akan kelestarian alam melalui pentas seni

TEMPAT DAN WAKTU PELAKSANAAN

Acara Pentas Seni ini akan dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal : Sabtu, 8 Mei 2010
Tempat : Lapangan SMP dan SMA Santa Lusia Sei Rotan
Jl. Medan- Batang Kuis No. 123 Sei Rotan
Kab. Deli Serdang-SUMUT 20371

SUSUNAN PANITIA

Penanggungjawab : Sr.Maristella Situmorang,KSFL
Sr.Jeanne Sagala,KSFL
Ketua Panitia : D.Silalahi,S.Si
Wakil Ketua : N.Simbolon, S.Pd
Sekretaris : A.Situmorang,AMd
Bendahara I : E.Peranginangin, S.Pd
Bendahara II : J.Purba,S.Pd

Seksi – Seksi
1. Seksi Acara
Koordinator : - P.Sihombing,S.Pd
- Sr.Dominika,KSFL - Sahat P Sagala - Meylin - Chetrin
- V.Batubara,S.Pd - Felly - Lusia - Fransiska
- A.Sitanggang, S.Pd - Hervina - Johan - Hesekiel
2. Seksi Konsumsi
Koordinator : - L.Tamba,Ama.pd - Berry - Aliman
- A.Ginting,S.Pd - Masnur - Bastian
- S.Simbolon,Am.Pd - Reni - Juli
- Maria S - Vethi
- Imam - Indra Kaleb
- Sopar - Bintang
- Maria Debora - Jentini
- Fransiska - Ronal Purba
- Candra - Yongki
3. Seksi Dekorasi
Koordinator : - Z.Situmorang, S.Pd - Restina - Pretty - Berto - Febiola
- D.Siahaan, S.Si - Ravon - Ayu - Karlina - Novita G
- C.Sinurat,S.Pd - Binsar - Jumadi - Mega - Jamian
4. Seksi Humas
Koordinator : - J.Simanjuntak,S.Pd - Liliana - Josua Bintang
- K.Manalu,Am.pd - Vincentius
5. Seksi Dana
Koordinator : - T.Sinaga, S.Pd - Lambok - Yolanda - Angel
- S.Sirait,Am.Pd - Maria Krisma - Radiaman - Novita G
- D.Butar – butar,S.Si - Fauka - Theresia H - Mikha
6. Seksi Kerohanian
Koordinator : - Sr.Brigita,KSFL - Desi Anbarita - Nora
- Sr.Karmelita,KSFL - Hotria - Imanuel
- R.Silalahi,S.Pd - Cicilia - Elly Stevani
7. Seksi Peralatan / Tempat
Koordinator : - G.Silalahi - Jonri - Lourdes - Evi - Dick Ceny
- M.Pasaribu,S.Si - Albinus - Santina - Arlita - Jamian
- J.Tambunan, S.Kom - Olafhan - Darman - Petrus - Rahmadin
8. Seksi Keamanan
Koordinator : - B.Situmorang



BENTUK ACARA

Waktu Nama Acara Petugas
10.00 – 12.00
12.00 – 13.00

13.00-13.15
13.15 – 13.30




13.30 – 14.00
14.00 – 14.30
14.30 – 15.00
15.00 – 15.30

15.30 – 16.00
16.00 - 16.15
17.00 – 17.15
17.15 – 17.30 Misa Bersama
Makan siang bersama

Vocal Group
Kata sambutan




Pagelaran Tari Daerah Sumatera Utara
Fragmen dengan Thema “Save Our Planet”
Pagelaran Band
Vocal solo
Pagelaran Band

Pagelaran Tari – tari Kontemporer
Lucky Draw
Penutup Seksi Kerohanian
Semua warga Santa Lusia, orangtua dan undangan
SMP St.Lusia
• Ketua Panitia
• OSIS
• Undangan
• Sponsor
• Kepala Sekolah
Siswa SD Santa Lusia
Siswa SMA Santa Lusia
Siswa SMP Santa Lusia
Siswa SD – SMP – SMA Santa Lusia
Siswa SMA Santa Lusia
Siswa SMP dan SMA Santa Lusia
MC
MC

*) Acara dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebutuhan

ANGGARAN DANA

PENGELUARAN

NO URAIAN HARGA SUBTOTAL
I SEKSI ACARA
Biaya Cetak Undangan 1130 x @ Rp.1.000 Rp. 1.130.000
Biaya Foto Copy tata Acara 1130 x 2 Lbr @ Rp. 100 Rp. 226.000
Biaya Kostum Penari - Rp. 2.000.000
Biaya Pelatih Penari 2 orang x 8x@ Rp. 150.000 Rp. 2.400.000
Biaya Pelatih Fragmen 1 orang x 8 @ Rp.200.000 Rp. 1.600.000
SUB TOTAL Rp. 7.358.000
II SEKSI KONSUMSI
Biaya Makan Siang Undangan + siswa 1130 x @ Rp. 10.000 Rp. 11.300.000
Biaya Konsumsi VIP 20 x @ Rp. 15.000 Rp. 300.000
Aqua Minum 20 kotak @ Rp. 18.000 Rp. 360.000
Biaya Konsumsi Pelatih ( fragmen & tari) 3 orang x 8 x @ Rp. 8.000 Rp. 192.000
Biaya Konsumsi Rapat Panitia 27 x 4 x Rp. 8.000 Rp. 864.000
SUB TOTAL Rp.13.016.000
III SEKSI PERALATAN
Biaya Sewa Kursi 1130 x @ Rp. 1.000 Rp. 1.130.000
Biaya Sewa Tratak/ Tenda 16 Unit x@ Rp. 160.000 Rp. 2.560.000
Sewa Sound System kapasitas 6.000 wat - Rp. 3.000.000
Biaya Sewa Band komplit - Rp. 2.500.000
SUB TOTAL Rp. 9.190.000
IV SEKSI DANA
Biaya Cetak Proposal 20 x @ RP. 20.000 Rp. 400.000
Biaya Distribusi Proposal 3 x @ Rp. 100.000 Rp. 300.000
SUB TOTAL Rp. 700.000
V SEKSI DEKORASI
Biaya Dekorasi Panggung - Rp. 1.000.000
Biaya Tata Rias Pengisi Acara - Rp. 500.000
Biaya Pembuatan Replika Bumi 4 buah @ Rp. 150.000 Rp. 600.000
SUB TOTAL Rp. 2.100.000
VI SEKSI HUMAS
Biaya Cetak Spanduk 5 buah @ Rp. 125.000 Rp. 625.000
Biaya Pasang Spanduk 5 buah @ Rp. 15.000 Rp. 75.000
Biaya Cetak Poster 20 buah @ Rp. 20.000 Rp. 400.000
Biaya Distribusi Undangan 2 x @ Rp. 150.000 Rp. 300.000
SUB TOTAL Rp. 1.400.000
VII SEKSI KEROHANIAN
Biaya Stependium - Rp. 300.000
Biaya Kelengkapan Acara Misa Rp. 550.000
SUBTOTAL Rp. 850.000
VIII SEKSI KEAMANAN
Biaya Keamanan - Rp. 500.000
SUB TOTAL Rp. 500.000
Biaya Tidak Terduga 10 % Rp. 3.511.400
TOTAL DANA Rp. 38.625.400


SPONSORSHIP

Bentuk sponsorship yang kami tawarkan :
1. Sponsor Platinum Rp. 5.000.000
Pihak sponsor mendapatkan:
a. Blocking panggung selama 15 menit ( Boleh digunakan untuk kegiatan promosi apa pun)
b. Pemasangan logo perusahaan/ produk di panggung
c. Penyebaran flyers/ brosur/ sample produk
d. Pemasangan spanduk di lokasi selama 1 minggu sebelum acara
e. Pemasangan umbul-umbul dilokasi
f. Pembukaan stand di lokasi acara ( Meja & kursi disediakan)
g. Advertise pada waktu acara berlangsung oleh MC




2. Sponsor Gold : Rp. 3.000.000
Pihak sponsor mendapatan:
a. Blocking panggung selama 15 menit ( Boleh digunakan untuk kegiatan promosi apa pun)
b. Pemasangan logo perusahaan/ produk di panggung
c. Penyebaran flyers/ brosur/ sample produk
d. Pemasangan spanduk di lokasi selama 3 hari sebelum acara
e. Pembukaan stand di lokasi acara ( Meja & kursi disediakan)

3. Sponsor Silver : Rp. 1.500.000
Pihak sponsor mendapatkan:
a. Pemasangan logo perusahaan/ produk di panggung
b. Penyebaran flyers/ brosur/ sample produk
c. Pemasangan spanduk di lokasi selama 3 hari sebelum acara
d. Pembukaan stand di lokasi acara ( Meja & kursi disediakan)

Bentuk dan besarnya sponsorship bersifat fleksibel dan dapat dinegosiasikan ulang. Tetapi disamping itu tidak tertutup kemungkinan bagi panitia tetap menerima bentuk partisipasi lain diluar yang sudah ditawarkan. Terima kasih atas perhatiannya dan kami harapakan kerjasama Anda.


INFORMASI

Untuk konfirmasi sebagai sponsor dapat menghubungi ;
Sr. Marisella Situmorang, KSFL CP: 081265371731
Sr.Jeanne Sagala, KSFL CP:
Demson Silalahi, S.Si CP: 081260066353












PENUTUP

Dalam kesempatan ini kami Panitia Pelaksana Pentas Seni ini, mengucapkan terimakasih yang tidak terhingga kepada semua pihak yang turut membantu kami baik berupa materil maupun moril sehingga acara ini nantinya dapat berjalan dengan baik sesuai harapan kita bersama.
Segala kekurangan dan kelemahan, sumbang saran dan kritik akan kami terima sebagai bahan masukan dan perbaikan dalam pelaksanaanya

Demikianlah proposal ini kami sampaikan atas bantuan serta kerjasama yang baik kami haturkan terima kasih.


Hormat kami,
Panitia Pentas Seni 2010
Keluarga Besar Santa Lusia Sei Rotan
( SD-SMP-SMA)


Ketua Panitia, Sekretaris,


Demson Silalahi, S.Si Ani Situmorang,AMd


Mengetahui,
Ka. SD Santa Lusia, Ka.SMP – SMA Santa Lusia,


Sr.Jeanne Sagala,KSFL Sr.Maristella Situmorang,KSFL

WISUDAKU YANG KELABU

WISUDAKU YANG KELABU
DEMSON SILALAHI AMBARITA-NEGERI ASIH
Pagi itu matahari bersinar sangat cerah, secerah hatiku saat ini, karena saat ini hari yang paling membahagiakan dalam hidupku yaitu, aku diwisuda dan ortuku juga pasti bangga dengan anaknya yang bisa meraih gelar sarjana dari salah satu Universitas Negeri di Medan.
Satu minggu sebelum hari ini, aku sudah memberitahu kedua ortuku yang ada di tarutung bahwa hari ini aku diwisuda. Seperti biasanya kalau dari kampung semua keluarga pasti ikut karena ini termasuk hal yang harus dirayakan apalagi aku merupakan anak pertama dan merupakan suatu kebanggaan bagi keluarga kalau ada yang diwisuda.
Pagi itu aku tidak merasakan hal-hal yang tidak enak atau semacam firasat yang kurang baik, mungkin karena aku sudah terbawa dengan kegembiraan sehingga tidak sampai memikirkan hal itu. Aku menjalani hari-hariku seperti biasa layaknya seperti mahasiswa yang lain.
Acara wisuda telah dimulai semua wisudawan telah memasuki gedung, tapi aku tidak melihat salah satu keluargaku, aku mulai was-was dan sedikit kecewa. Aku mengawasi setiap orang yang baru masuk gedung ini, aku semakin kecewa karena aku tidak melihat salah satu dari mereka. Tiba-tiba disaat aku mulai putus asa, aku seolah-olah melihat ada orang yang melambai kearahku dan sepertinya memanggil namaku walaupun kurang jelas karena banyaknya orang didalam gedung, aku melihat kearah suara itu untuk memastikan, ternyata benar, itu adalah tulangku dan disampingnya ada nantulangku, tapi…..kenapa mereka yang datang mana kedua orangtuaku?
Kekecewaanku semakin membuncah! acara wisuda jadi merupakan acara yang paling membosankan. Aku ingin segera melihat orang tuaku, menunjukkan kepada mereka bahwa aku mampu dan tidak mengecewakan jerih payah mereka untuk menguliahkanku. Aku tahu mereka telah menahan terik dan hujan hanya untuk biaya kuliahku. Hari ini aku harus membalas jasa mereka dengan menunjukkan bahwa aku bisa. tiba-tiba pembawa acara memanggil namaku sebagai lulusan terbaik supaya maju kedepan bersama kedua orangtuaku, dengan iringan lagu “titip rindu buat ayah”
“Bahumu yang dulu kekar
legam terbakar matahari
kini kurus dan terbungkuk
namun semangatmu tak pernah pudar
memikul beban yang semakin sarat
kau tetap bertahan.”
Lagu ini sangat menggugah hatiku dan membuatku semakin pengen kalau ayahkulah yang harus datang untuk mengambil medalinya karena atas jerih payahnyalah aku bisa meraih ini. Aku tidak memberitahu kedua orangtuaku kalau aku merupakan lulusan terbaik, aku ingin memberi mereka surprice. Aku maju kedepan sambil melihat kearah tulangku. Apakah orangtuaku sudah ada disana, tapi kali ini aku kecewa lagi, yang maju kedepan hanya tulangku, hatiku semakin penasaran kenapa…..?apakah mereka benci samaku? Karena aku pernah ikut aktivis kampus?.
Tulangku langsung memeluk aku ketika kami berdua sudah berada di depan untuk menerima medali, aku sempat melihat ada setitik air mata di sudut matanya, mungkin tulangku terharu dan bangga bahwa aku bisa meraih predikat memuaskan dan lulusan terbaik, dan akupun memeluknya kembali setelah menerima medali dari rector. Aku tidak sempat bertanya dimana kedua orangtuaku karena tulangku langsung kembali ketempat duduknya. Sepertinya dia menghindari sesuatu atau dia tahu kalau aku mau bertanya.
Acara wisuda telah selesai. Aku tidak sabar lagi mau bertanya kepada mereka, aku tidak peduli lagi dengan teman-temanku yang mengajakku untuk berfoto. Aku harus bertanya!sekarang!. sebelum aku bertanya mereka sudah pasang senyum dan menyalamku sembari mengucapkan selamat!dan menarik tanganku untuk berfoto-foto, aku heran kok mereka yang maksa?apakah mereka mau buat surprice untukku?
Acara berfoto telah usai, tapi aku belum melihat kedua orangtuaku, mana surpricenya pikirku?akupun memberanikan diri untuk bertanya. “tulang….. mama dan bapak dimana?” tanyaku dengan mimic yang kecewa. “oh…..mereka dikampung karena ada familily yang baru datang dari Jakarta tadi pagi, jadi gak bisa ditinggal” katanya menjelaskan dengan senyum yang dipaksakan. Sepertinya mereka menutupi sesuatu, masa gara-gara family datang jadi gak bisa ikut? Gak mungkin pikirku. “ayolah…kita langsung pulang aja kekampung…mungkin orangtuamu gak sabar lagi menunggumu dikampug” katanya seraya mengajakku kearah mobil yang mereka tumpangi dari kampung.
Didalam mobil, mereka sangat akrab denganku dengan bertanya ini itu, mungkin ini trik mereka supaya aku tidak bertanya. Tapi aku menjawab semua pertanyaan mereka sampai mereka kehabisan pertanyaan. Dan akhirnya aku bertanya “sebenarnya ada apa tulang? Apa yang terjadi? Sepertinya ada yang tulang sembunyikan sesuatu dari aku?”aku mendesak mereka dengan pertanyaanku. Mereka saling pandang, membuatku semakin penasaran dan takut, jangan-jangan…..ah aku berusaha membuang pikiran itu jauh-jauh karena baru kemarin aku menelepon mereka untuk memastikan dan mereka sehat-sehat saja.
“sebenarnya… tidak terjadi apa-apa”katanya singkat sambil berfikir. Gak terjadi apa-apa kok…sepertinya ada yang mereka khwatirkan. “tulang….apapun yang terjadi aku sudah siap mendengarnya, tulang gak usah takut, aku sudah dewasa” kataku untuk meyakinkan mereka. Tulangku menarik nafas panjang seakan berat untuk menjelaskannya. Akupun sudah pasrah dengan jawaban mereka. “Jogy….” Katanya menyebut namaku. “bapakmu telah meninggal tadi pagi jam dua dini hari” katanya singkat tapi sungguh membuatku sock berat. Aku langsung menangis didalam pelukan mereka. Ternyata dihari kebahagiaanku Tuhan telah menjemput orangtua yang paling kucintai.
Selama diperjalanan aku tidak berhenti menangis. Aku menyesal wisuda hari ini. Mungkin kalau aku tidak wisuda orangtuaku tidak akan meninggal. “sabar ma ho bere da….dang adong na hot diportibion sude parsatongkinan”nantulangku berusaha menghiburku sambil memelukku. Aku tidak sabar lagi untuk sampai dikampung.
Saat yang kutunggu telah tiba, aku tiba dikampung disambut tangis pilu oleh adek-adekku yang masih kecil. Mereka masih butuh kasih sayang seorang bapak. Mereka memelukku dengan tangis yang sungguh mengharukan, dan juga ibu tercinta yang setia menunggui bapak disampingnya. Aku menghambur kepelukan mama tercinta dan tangis kami tidak tertahankan. Kulihat mata mama sudah sembab, mungkin sudah dari tadi pagi mama menangis.
Aku berusaha tegar menghadapi semua ini, mungkin inilah cobaan bagiku dan juga bagi keluarga, ayahku pergi dari sisi kami saat kami masih membutuhkannya. Selamat jalan ayah semoga kamu tenang disana. Doakan kami yang kamu tinggalkan.
(buat seseorang di TARUTUNG)
Sekian

Biarkan Cintamu Berlalu

Biarkan Cintamu Berlalu
Oleh : Yoshi Demson Silalahi
Malam itu langit terlihat gelap, awan hitam menyelimuti jagad raya, segelap hatiku saat ini, dan sepertinya mau hujan, kilat dimana-mana, ah…mau hujan kek aku tidak peduli, yang jelas hatiku sekarang gundah gulana, entah kenapa aku selalu teringat sama Coke, laki-laki yang pernah kucintai dan sangat kucintai yang selalu isi hari-hariku, dan tak pernah kusadari bahwa dia sebenarnya tidak pernah cinta sama aku, aku hanya pengisi waktu luangnya saja, aku salah menduga arti senyum dan kehadirannya disampingku yang selama ini membuatku terbuai, ternyata itu smua hanya sesaat
Mungkin aku bodoh mau terbawa perasaan sampai selarut ini. Hingga membuatku sedikit gila dan memang gila, karena sampai saat ini aku masih takut dan trauma dekat dengan yang namanya cowok, karena aku menganggap semua cowok itu sama. Tak ada ubahnya, hanya nama saja yang beda, tapi kalau hatinya sama seperti yang pernah kukenal dan mungkin lebih kejam.
Ah…tapi itu tidak akan menyelesaikan masalahku. Aku tidak mau terkubur dengan masa lalu, karena ada orang bilang “orang yang selalu melihat kebelakang dia tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi didepan”. Kata itu pernah diucapkan seseorang padaku, namanya Yoshi, dan dia mengatakan bahwa dia mampu menggantikan kasih sayang yang pernag Coke berikan. Dia juga sepertinya serius, tapi aku takut, aku tidak mau jatuh dua kali pada lobang yang sama. Tapi apakah aku gak menikah sampai mati? Aku bingung gak tahu harus berbuat apa, sehingga jay mengatakan aku tidak ada komitmen tentang suatu keputusan.
Aku masih mencintai dia, aku masih merindukan dia, dan masih pengen kalau dia kembali lagi padaku. Hanya hati ini saja yang tidak siap, karena sudah terlanjur sakit hati melihat dia berdua dengan paribannya. Egois….itulah istilah yang tepat buatku. Aku masih mengingat saat-saat dimana kami harus mengakhiri hubungan itu.
Hari itu tepatnya hari sabtu malam pukul 9, seperti biasa dia selalu menjemputku sehabis mengajar les fisika hampir setiap malam dia menjemputku pada jam yang sama dan selalu setia menungguku kalau aku telat, dia tidak pernah marah, dan itulah yang membuatku semakin jatuh hati padanya. Kesabarannya, itulah yang kubanggakan darinya.
Malam itu aku tidak melihat suatu tanda bahwa kami akan mengakhiri semuanya, tiba-tiba dia mulai mengatakan sepatah kata, dengan suara yang agak berat “Mel aku mau mengatakan sesuatu sama kamu” katanya terpotong seakan menahan sesuat yang sulit diungkapkan. “yah…bilang aja, ada apa?. Dia melihatkau dan sedikit bernafas agak berat. Ini membuatku semakin penasaran. Aku tidak pernah melihat dia seserius ini. Ada masalah apa ya?. Dia melihatku dan sedikit bernafas agak berat.ini membuatku semakin penasaran, dan aku mulai mendesaknya. “ayo gak usah ragu siapa tahu aku bisa Bantu masalahmu” ucapku sabil menarik tangannya dan menggenggamnya seperi aku tidak mau melepasnya. “Mel…!”katanya lagi seraya menatapku. “ada yang mau kusampaikan sama kamu”lanjutnya., dan dia tidak berani lagi menatapku. Dia sepertinya mau menghindar dari kenyataan yang tidak bisa dilepaskannya. “aku mau kita sampai disini saja”katanya singkat tapi sangat menusuk hatiku. Aku tidak percaya bahwa kata itu yang akan keluar dari mulutnya. Darahku sepertinya berhenti mengalir. Sepertinya aku mati dan berada di alam lain.
Dengan sedikit gugup aku bertanya “kenapa…?kenapa bang…..?a…a…apakah aku pernah berbuat salah?apakah aku pernah khianati cintamu?”. Aku mendesaknya seakan butuh penjelasan. Aku mengatakan demikian karena aku selalu setia sama dia dan tidak pernah terpikirkan olehku tuk melirik laki-laki lain. Tanpa kusadari air mataku mulai menetes dari sudut mataku. dadaku rasanya sesak,ingin aku menangis sekuat-kuatnya tapi aku harus tegar, ternayta Cinta yang kubanggakan berakhir seperti ini.
Selama empat tahun aku membina hubungan ini dengan dia, tapi dengan begitu mudahnya dia mengakhirinya. Tidak…tidak…aku tidak mau jeritku dalam hati. Aku sudah mengukir namamu dihatiku dan tak mungkin kuhapus lagi, kecuali aku mati bersamamu. Tapi dia gak peduli dia gak mau tahu, karena mungin di sudah mendapatkan yang lebih dariku, tapi aku kurang apa?apakah karena aku akan pindah kedolok sangul?kenapa gak dari dulu dia mengakhirinya?sebelum akar cintanya tertanam dihatiku?ingin rasanya aku bunuh diri saat itu, aku benar-beenar terpukul, hatiku hancur berkeping.
Perlahan dia melepaskan genggaman tanganku, “Mel carilah laki-laki lain yang lebih baik dariku, aku gak mungkin melanjutkan hubungan ini kalau kita saling jauh, aku gak mampu berpacaran jarak jauh, semoga anak kita kelak bisa berjodoh, selamat tinggal Mel, aku akan merindukanmu….!”kemudian dia pergi dan tak mungkin kembali kepadaku lagi. Aku terpaku dan diam seribu bahasa. Alasannya terlalu klise, aku tidak percaya itu, pasti ada alasan lain, dan aku tidak perlu mencari tahu tentang itu karena itu akan membuatku sakit hati. Untuk apa? Toh semuanya sudah terjadi. Dia sudah pergi meninggalkanku.apakah aku harus mengemis cinta padanya? Tidak! Itu bkan typeku.
Sekarang dia mau balik lagi padaku, dan dia mengatakan bahwa dia menyesal telah melakukan semua itu, “Mel…aku mau balik lagi… saya mohon kamu mau menerimaku kembali please….!aku menyesal telah melakukan itu semua, kini aku baru sadar…..ternyata aku tidak bisa hidup tanpamu, kembalilah Melatiku sayang”dia meratap dan memohon. Sebenarnya aku kasihan, iba melihat dia, tapi aku gak mungkin menerima dia lagi, dia telah menyakitiku, da aku tidak mau mencintai karena kasihan, itu akan membuatnya lebih sakit lagi. Aku tahu mungkin dia telah dicampakkan kekasihnya yang baru, dan dia mau kembali kepadaku sebagai pelampiasan saja. “tidak….aku tidak mau sebagai pelarian cintamu. Kenapa ketika aku meratap dan memohon kepadamu kamu tidak peduli? Ketika aku butuh kasih sayangmu kau mencampakkanku? Apakah itu dikatakan cinta sejati?tidak coke…tidak….aku tidak mau disakiti lagi….pergilah kepada kekasihu yang baru itu” kataku seraya berlalu dari dari hadapannya.
Aku harus menunjukkan sama dia bahwa aku bisa melalui semuanya tanpa dia, walau hatiku sakit. Aku tiak menyesal mencintainya, karena aku yang memilihnya, biarlah saat-saat bersamanya hanya kenangan indah bagiku. Dan biarlah cintamu berlalu seiring dengan waktu.
Biarkan kupergi
Menyusuri jalan berliku
Walau sakit kurasakan
Mimpi indah bersamamu hanya sementara saja
Aku terluka di relung hatiku yang paling dalam
Aku harus melupakan kisah kasih denganmu
Biarkan kuhidup tanpa cintamu.
Sekian. Tanks
cerita ini buat Melati di SMP negeri Dolok sanggul.

Minggu, 17 Januari 2010

PARIANAKKON NI TUAN SORBANIBANUA

PARIANAKKON NI TUAN SORBANIBANUA
1. PANGOLION NA PARJOLO
2. PARIANOKKONNA SIAN NA PARJOLO
A. Ia oppunta sorbanibanua dialapma parjolo boru pasaribu, marsaripema nasidda, dipukka ma dihutana di balige. Songon dala ni ngolu ni nasida, dibahenma sada pohon(porlak) jala disi tubu bagot, jala boi dohonon sia bagot I mangolu nsida.
B. Jadi sorangma sada anak di nasida. Ala sian bagot na di pohon I do mangolu nasida, jadi dibahenma goarna si bagot ni pohan, na gabe tu nuaeng si bagot ni pohan.
Dungi salelengna naeng sorangma, sahat tu nasorang muse sada anak dinasida , songon na lam tonggima dihilala nasida parluaonna. Ditingki nasalpui, songon na paet do hilala nasida, jala sahat tu nasorang anak paduahon I sai songon mamboan tua do dakdanaki di rohana, gabe dibahenma goarna si PAET TUA.
Dungi sorang ma muse anak patoluhon dinasida, dung lam magodang, dakdanakon taridama pangalohana, sada halak natangkang, ia hola na marbada (marsabung) do diula, hahana pe di alo do marbada, jadi dijouhan halakma nang natorasma ibana LAHI-LAHI PARSABUNG ima na laos goarna SILAHISABUNGAN.
Sorang ma muse anak paopathon di nasida. Dung lam magodang dakdanaki tarida ma pangalahona, utng naburju do,mansai malo do ibana mangaruht pangkataion, ai dang hea hatana mambahen sogoni roha ni manang ise pe. Asa olo didok hatana taringot tung manang na dia pe tu angka hahana nang tu natorasna, sai pittor di olio nasida do alani tohona. Jadi didok natorasnama : sai oloan do hatanion, alani I tabahenma goarna SI RAJA OLOAN.
Dungi sorang ma muse sada anak palimahon di nasida, dungi didok SORBANIBANUA ma tu omputta boru pasaribu : nungnga lima urang hita, si nuan tunas halimasa dang adong si nuan bou, ala ni I tabahenma goarna SI RAJAHUTALIMA.
1. pangoionna na paduahalihon
2. alatan ni si SIBORUBASOPAET
3. parianakkonna sia ina paduahon
4. hamamateni SIRAJAHUTALIMA
5. hamamateni SITUANSORBANIBANUA
dungi sai marhusorima tuan sorbanibanua dibagasan rohana, asa mangoli muse, alani soadongi boruna. Gabe dialapma muse omputta boru SIBASOPAET goarna. Alai tarnanis do laonna ndang na tubuan tuana. Dungi dinasahali ndang na binoto manang na arian manang na borngin, songonna maraltan ma omputta si boru basopaet, di ida ma ro tolu halak tu jabuna di dok na tolu halak I ma : madahan ma hamu inang di hami, jadi didok si basopaetma mangalusi : aha ma dohononku amang , ai si ubeonku pe so marisi. Di antusi natolu halaki do natinembak ni hata si baru basopaet I, ala ni I did ok nasida ma muse : ai ise donganmu dison ale inang?. Dungi didok siboru basopaetma mangalusi, tung ise madonganku, halak na tarpunjung mara do au, tangiang na hapuloan, so marboras siubeonku. Umbaen ahu dang mardongan. Tangis do ahu di dihabunian, martata di sihapataran. Tuak pe nga pardakkadakkaon ale simbora, soroni aringku panomponan di ahu ale oppugn debata. Marpanggalangan do dijabukku sampe di sibaganding, mardongan mangan ahu ningku hape somarabing-abing. Huhut doi tahe amang ai nasian di do hamu? Dungi didok na ro I ma : ia hami inang sahalak sian pusuk buhit, sahalak sian dolok tolong, jala sahalak sian simanuk-manuk. Dungi didok sibasopaetma : ai aha do huroha amang na dialap naditaruhon hamu? Dungi didok nasida mangalusi ; adong mai tutu ale inang nahutaruhon hami, nungnga hudadap hami nadibagasan rohanami, sindakma panaili sai mulak hosa loja, asima roha ni debata mula jadi sai tibu ma ho inang mangompa-ompa. Dungi mulak ma natolu halak i.
C. dungi dang pola sadia leleng dung maralatan si boru basopaet manggora ma pamuro. Hotma dibulanna gok ma di arina. Sorang ma na dihirimon. Hape longangma si borubasopaet ai leneng-leneng do songon pura-pura na sorang i. alai tutu tong do adong banuana. Alai tangkas do parasingan ni lambutan I sian banua. Gabe dibuatma tutu sambilu maneat pusok ni lambutan i. jadi didok siborubasopaet ma : ia halak jolma do ditubuhon hape Ia anggo ahu, pura-pura do hutubuhon. Dungi dipeakkonma tu sumba. Jadi dang manang sadia leleng, marigatma pura-pura I, hape jolma dibagasan, ima sada anak. Ala ni I sumba do ibana di peakkon gabe dibaenma goarna SUMBAN na gabe tu nuaeng SI RAJA SUMBA.
Dungi mangaittubu a muse si borubasopaet tong do sangon si parjolo ditubuhon leneng-leneng songon pura-pura, alai sai maraek-aek, gabe di peakkon ma di sobuan, asa di ossop sobuni aekna i. dang sadia leleng muse marigatma lambutani hape jolma do dibagasan sada anak muse. Ala di sobu di peakkon gabe dibaen ma goarna si SOBU.
Dung mangittubu muse si borubasopaet, tong do muse songon na parjoloi ditubuhon leneng-leneng songon pura-pura. Alai posma rohana ni borubasopaet na ikkon jolma na ditubuhonna nai. Jala didok tuan sorbanibanua aha do umbahen asa sai songoni pangintubum? Dung didok siborubasopaetma : pos ma rohatta naikkon gabe jolma do i. dung manang sadia leleng, marigarma lambutani tutu ma jolma do dibagasan, sada anak muse. Dungi didok sibasopaetma : posma rohatta ia anggo partubu ni on, ala ni I tabaen ma goarna SI POSPOS.
Songoni ma pambaheni sorbanibanua di goarni ana na I ima tubu ni boru pasaribu, dohot goarni anakna natolu tubu sian siborubasopaet, goar marsaut (goar tulu) do I saluhutna, goar ni naulu halak i.

D. jadi di nasahali ditingki marmahan anak ni tuan sorbanibanua naualu I, dibahen nasida ma parlagu-laguan nasida, ima marloppas-loppas. Marloppas-loppas ima marsipatoman. Jala lompas-lompasi dibahen ma sada sian sanggar. Dinamarsilopasan I nasida, pintor sabbariba musuh tubu ni boru pasaribu, jala sambariba muse tubu ni siborubasopaet. Dung marsilompasan nasida, talu ma tubu ni si boru pasaribu. Dungi di paboa tubu ni si boru pasaribu ma na talu nasida tu tuan sorbanibanua. Dungi diajari ma tuan sorbanibanuama nasida (tubu ni si boru pasaribu) mambahen tarugi tu ujung ni lompas-lompas nasida, molo marlagu-lagu nasida muse. Diulahi nasida ma tutu marlompas-lompas I di parmahanan. Alai tong talu tubu ni pasaribu nang pe naung marujung ni tarugi lompas-lompas nasida, ai hona ma simalolong ni si raja hutalima, gabe sai marsahit-sahitma ibana, laos sahitna ima hamateanna. Ido Alana umbahen na ditonahon tuan sorbanibanua tu angka pinomparna, dang jadi mrhorja di bulan sipaha lima.
E. Dungi mangolima sibagot nipohan. Dung mangoli sibagot nipohan,mate ma tuan sorbanibanua. Dung mate tuan sorbanibanua, did ok boru pasaribu ma si baorubasopaet rap dohot anakna natolu I, jadi lintan ma nasida dompak humbang. Tinggalma boru pasaribu dohot anakna na opat I di balige.

PARDALANAN NI SIPAET TUA, SILAHISABUNGAN DOHOT SIRAJA OLOAN NA PARJOLO
1. PARBONSIRAN NI PARDALANAN NI NA TOLU HALAK I MA
2. PARDALANAN NI NATOLU HALAKI NAPARJOLO

A. dung tubu ma anak ni sibagot ni pohan. Di jou ma datu laho manjujur ari partubuon ni poso-poso i. jadi didok datu I ma ingkon ulaon sada horja mnghuntal sileon na bolon jala allangon horbo sakti manang lombu sitio-tio, asa unang mate dakdanaki so marsimpu songon si raja huttal ima. Dung di nalaho mangulahon horja I, disuru sibagot ni pohanma angina na tolu I,ima si paet tua, silahisabungan, dohot sirajaoloan mangalap borotan hau baringin dohot rudang jabi-jabi, asa horas tondi madingin tumpahon ni omputta Debata mulajadi, ima dibatahon si bagot ni pohan. Dungi laho ma nasida natolu, di tongandalan mangkataima nasida natolu, didok silahisabunganma tu hahana dohot tu angina I ; naso uhum do nabinahen ni hahanta on, godang ni jolma sisuruon hape tung hitanatolu ma disuru mangalap sialapon. Jadi dosma tahi nasida asa tinggalhonon ni nasida muse huta I (balige) jala parjolo ma nasida mangkahapi tano na laho inganan nasida muse, ipe asa mambuat borotan i.
B. jadi laho ma nasida mardalan dompak habinsaran. Dung sahat nasida di porsea di tuju nasida ma muse dompak hasundutan. Sahat ma nasida tu tano ni raja mangarerak ima si bias. Sian sibisa manaripar ma nasida tu lontung, siani nangkok manasida torus tu si hotang, siani laho ma tu bakkara, sian I tu meat torus tu dolok tolong, jala nungnga di boan nasida borotani. Dung sahat nasida di huta, dipasahat nasida ma borotan I tu si bagot nipohan. Alai roma sibagot ni pohan mandok ; lehet nai ale hamu anggikku ai horjantai nungnga be hupasahat hami, ai leleng pinaima-ima so marnaro hamuna. Alai nang pe songoni, na boi do muse ulahonont horja sisongoni. Alai murukma SILALAHI SABUNGAN , didokma ; naso uhum, naso adat do nabinahen mi tu hami anggim. Godang ni sisuruon, hape ikkon hami natolu do suruonmu marsiborotan. Tole dang dope rohami,nungnga pittor di pasahat ho horjai ima tandana asa holan ho mangkasuhutton horjai. Ala ni nabinahenmu songoni timus ni apim naso boi idaon nami, jala timus ni api nami naso jadi idaonmu.

JAMBAR NI SI PAET TUA, SILAI SABUNGAN DOHOT SIRAJA OLOAN SIAN RAJA NA BINAHEN NI SIBAGOT NI POHAN
Sasintongna di nalaho mambahen horjai si bagot ni pohan disuruh ibana ma natolui mambuat pulungan tu harangan, si apet tua ma mambuat borotan, silahisabungan mambuat harihir, sirajaoloan mambuat junjung. Asa andorang so mangarunta I nasida na tolu lao manadikkon si bagot ni pohan, di pasahat sibagot ni pohan ma angka jambar ni natolu halak siann horbo ni manilahat i.
Jala angka sandihi na tinggal sian horbo na nilahatani,ima :
a. tandukna nungnga di patampe tu tinorpa tu jolo-jolo ni rumah ni sorbanibanua(sibagotnipohan)
b. ihurna, digantungkon di sale-salean
c. pura-pura digantungkan di pantar(pandiongan)
d. osang-osang disangkotton sandal ni tomboman.
Jadi didok sibagot ni pohan ma : buat hamu natoluma di hamu sada be na tolu sandihi i. ai anggo tanduk I nungnga di tampehon I tu jabunta tanda na ahu anak siahaan.
Alai dang olo silahisabungan dohot sirajaoloan, holan sipaet tua ma na olo manjalo, jala dipillitma pura-pura ni horboi, dung dibereng ibana denggan ulpuhan(parisi) ni pura-pura I, ai sian pura-pura do attong botoon molo na lao denggan parngoluan ni halak na marhorja nang ihutton poda/hata tuan batak. Alai ro ma silahisabungan didokma : harihir naung hubuat hupauli onma husanti gabe jabbarhu sian horbo i. dungi martonggoma siahisabungan, didokma : pangelek maon panagpo, manogo horbo tu borotan, dorma on sitogu harihir ma on di ahu dompak boru ni debata siadopan. Pintor dompak boru ni deba do di patoho silahisabungan dorma sitogu harihir ma i.
Ro muse si raja oloan didokma : junjung buhitma hubuat on ma husanti gabe junjunganku. Dungi martonggoma ibana didoma : ia ipe da ompung, namartua pusuk buhit, hodo parbuhhiton sianjur mula-mula, mula ni turi-turian, mula ni jolma, junjung buhit ma on di ahu na nagabe pangihutan. Ala ni I do ra naumbahen pinompar ni siraja oloan na gabe raja nasakti, raja parbuhitan na jadi pangihutan.
Antong toho doi hape tonggo ni silahisabungani, ai sahat tu sadarion hot do goarni gorsi-gorsi godang ni horbo lao tu borotan, sai lae-lae do I mengelek-elek. Jadi dipangke silahisabungan ma harihir I gabe pulungan ni dormana mambuat tunggana boruna. Sahat tu sadarion tong dope adong dorma sitoguharihir dipargunahon debahalak.
Sahat do bangko I tu pinompar ni silahi sabungan nuaeng on. Ai dang pola madjolohu ra iba mandok, sai songon na bangko hasian do I dipinompar ni silahisabungan madormai boru-boru. Sahat tu nahurang denggan deba, nangpe naung matua, sirsir inanta boru sai naeng dope muse mambuat boru, onma sada bangko di silahisabungan. Dosa nabalga nama bangko na songonon sasintongna,lumobi di hakristenon. Nang pe di poda ni habatahon na andok ; na rarat adong dope nian angka hata na asing di hata batak na mangorai bangko na songon on alai subang roha mandok, lobi on manaringoti bangko ni silahisabungan. Anggiat ma boi bangko na on muse di agohon angka naumposo, ai ido haroro ni Tuhan Jesus tu portibi, naeng paubahon bangko najolo. Asa manang behape namargoar datu na sumurung, na pelpelan na langgat nahinan nang nuaeng, dang piga naumboto dorma sitogu harihir ai I nama dorma (parbasi) na sumurung di hadatuon batak.
Saotik nai hatorangan jabber ni si paet tua, silahisabungan dohot si raja oloan sian horja na binahen ni sibagot nipohan. Tingkos doi na binahen ni sibagot ni pohan I, na pintor manampehon tanduk ni horbo I tu tinorpa ni jabu nai. Ai ido attong jabber ni siahaan. Ido namambahen adong poda habatahon na mandok ; jadi mumpat tanduk sian horbo, lapatanna : dang jadi meret-eret goli-goli(partording) ni parjabbaron/paralaton. Isara di tortor mangaliat.
Manang behape pogos, metmet, leani halak, molo ibana do haha ni partubu ikkon do dijolo. Hatongan muse taringot : boasa ikkon tinggalhonon ni sibagot nipohan ihur dohot osang-osang ni horbo I gabe parjabbaran, ima ; nasa halak mangalahon nahinan, ingkon dibahen do ihur ni na ni lahat na I tu tutuna, ai I do sada partanda naung hea halak mangalahat, molo dung didok hata batak : nungnga manortori tutuna, ai songonna manortor do antong idaon ihur ihur ni horbo I di tingki manutu nasor(cabe).
Mambahen na ditinggal si bagot ni pohan osang-osang ni horbo I, sangkot di sale-salean ni tomboman, ido martanda idaon ni halak naro tu jabuna, paboa naung hea ibana mangalahat.
PARDALANAN NI SIPAET TUA, SILAHISABUNGAN DOHOT SIRAJA OLOAN
1. PARTORDINGNI SI PAET TUA DI LAGUBOTI
2. PARSIRANG NI PARDALANAN NI SILAHISABUNGAN DOHOT SIRAJA OLOAN
A. dung laho ma nasida natolu, ditadingkon ma hutai, mardalan ma nasida naung hinahapan nasida hhian, ima dompak habinsaran. Dung sahat disi didok si paet tua ma ; tadingkon hamu ma au di son nungnga loja ahu, jadi murukma silahisabungan di dokma : na naeng doho huroha muse dohot sibagot nipohan, umbahen na didok ho tading ho asa padohot-dogot hamima, so nanggo sadia tais dope na tadalani, nungnga loja ho nimmu. Alai didok sipaet tua ma mangalusi : sombangku ma anggia, nang pe tading hu dison, sai marguru tu ho doa ahu, manang ahape sibahenonku. Jadi tading ma si paet tua di lagu boti laos marpinompar disi.
B. Dungi dipatorushon silahisabungan ohot sirajaoloan ma pardalanan nasida dompak naung hinahapan nasida hian, sahat ma nasida muse tu lontung, nangkatma nasida nadua. Didok sirajaoloanma mandok tu hahanai silahisabungan asa ingkon rappak nasida maringanan di tano naung hinahapan nasida naparjolo, jala didok sirajaoloan, asa uang sirang nasida nadua, dungi didok silahisabunganma mangalusi ; ahu pe sian anggim, lumobi sian rohami do rahangku, naso tupa do sirang hita nadua. Antong ia tu si ahu, ba tusi ihutton anggikku, ikkon sahamatean sahangoluan ma hita. Nungnga tading hahanta si paet tua, hita nadua nama sadalanan. Jadi molo sirang hita nadua, manualang ma hita manualang maol-aol. Lima hita hian ditubuhon inanta. Mate ma anggitta sirajahutalima, tading ma hita opat nari. Hape mamulika roha ni hahatta sibagotnipohan tarpulik songon horbo siporoon, ibana do mambahen sitik, umbahen na dijalang tinodohon, gabe satahi ma nian hita na tolu halak nari. Tading ma hahanta si paet tua gabe sadalananma hita nadua. Antong taruhum nama I, taruhup maol-aol, lompo ni nabangun nama I, sungkit ni na dangol, molo tung marsirang hita nadua. Antong unang be laho mangorin-ngorin pulo on (mandok pulo samosir) dompak utara asa ikkon dao hita sian sibagot ni pohan, dungi didok sirajaoloanma muse : ai nang pet u tano nataririti najolo I hita maringan hahang, nungnga dao I sian sibagotnipohan dan boi I be marsipaidaan hita di timus di apinta be, ai nungnga tung digolom rohangku di tano i.
C. Sai diparkurajai sirajaoloanma silahisabungan, asa ingkon tampak maringanan nasida nadua, silahisabungan pe laos songon I do pangidoanna, digogohon silahisabungan do asa ingkon lao nasida dumao. Dungi sai dialak-alak silahisabunganma siraja oloan asa laho nasida mangorin-ngorin pulo samosir dompak ambarita, ima tu tuktuk siadong, asa maringanan di tuktuki nasida. Alai dang olo sirajaoloan, sai didokdo asa rappak nasida tu sihotang. Dung songoni dang marsipaolo-oloan nasida, rap tangis ma nasida nadua, mangandungkon: naikkon sirang nama hape pardalanan nasida. Jadi di andungkon silahisabunganma ; naung silima halak jadi maropat-opat, naung maropat-opat jadi martolu-tolu, naung martolu-tolu jadi mardua-dua, naung mardua-dua jadi marsada-sada, naung mardua-dua jadi marsada-sada ueeeeewww……….. sirang ma hita raja ni angina.
D. Holan pandohan ma songoni do binoto sian angka namatua I, andung-andung ni silahi sabungan, jala tarsongonima lapatan ni andung najolo, na hombar nang tu lagu ni tabas ni hadatuon, ido umbahen na songon na maol do roha bahenon tu ruhut-ruhut ni adt nuang on.
E. Dung songon ni, na ikkon palila be namardalan nasida na dua, jala marbulan ma nasida, jala padani, songon na simo do parbinotoan, hamu ale angka amang, sitongka do bahenon dongan pangolo-oloi niba. Alai tutu tangkas do di paboa angka natua-tua, tung gomos do inna padan ni siahisabungan dohot sirajaoloan.
F. Adong do nian deba angka namatua I mangkatahon padan I songonon : ikkon marsituduan tu angka papaga nalomak pinompar ni nasida nadua. Umpama ; molo pinompar ni sirajaoloan parjolo dapotan sitabeon, ingkon patuduhonna I tu pinompar ni silahisabungan, songoni do muse nang siulakna. Holan ondo sada tangkas ni padan I : holan pinompar ni silahisabungan ma naso mangalehon somba tu omputta sisingamangaraja, namargoar batak tingki mangebat luat na ni rajaan ni sisingamangaraja, manang sadihari petaho. Jadi saut ma marsirang nasida nadua, ditorushon sirajaoloanma pardalananna. Alai adong do namatua mandok, tu pangururan jolo lao sirajaoloan, jala mambuat boru sian boru limbong tumubuhon anak ima baho raja. Ditinggalhon sirajaoloan ma muse sian pangururan, lao ma ibana muse mambuat boru na ibana muse disi, baru marbun dohot baru… tubu ni boru marbun tanda ima sigodangulu namamompar sihotang mangalap boru psaribu ima sitoga bakkara, sitoga manullang, sitoga sinambela. Alai didok angka namatua, andorang so manolot sila……di boru pasaribu,ima sitoga sinambela dapotan hasaktion do ninna di harangan sianaimun, ima sombaan sulu-sulu, ipe asa manggora pasaribu muse, ima sitoga sinambela.ima jolo taringot tu sinambela.

PARDALANAN NI SILAHISABUNGAN
1. PARDALANAN TU TOLPING.
2. PANGOLION PARJOLO, IMA TU BORU SIMBOLON DOHOT PARIANAKKONNA
3. PARJADI-JADI NAMARTUA PINAGAR DOHOT PANANTANAN.
A. sian sibisa marsirang ma tutu silahisabungan dohot siraja oloan. Jadi tuat ma silahisabungan sian sibisa laos manaripar tu lontung, mangorin-orin ma ibana sahat tu tuktuk siasu. Dibahen ibanama satturpuk tano inganan disi, ima namargoar panganon horbo. Alai dibereng ibana muselupus tao I dompak balige, jadi didokma dibagasan roha: tarida dope hape timus ni api ni sibagotnipohan sian on, alani I dang dison ahu. Tangkas do antong idaon sian tuktuk siasu, pulo na ditolping I, ima namargoar pulo tolping, ai 5 km do holang-holang ni I sian tuktuk si asu i. lomo ma huroha rohana maringanan di tanona marpulohon pulo i. jadi ditingglhon ibana ma sian tuktuki laho ma ibana tong mangorin-ngorin topi pasir I, sahat ma ibana tu tolping, toho muse dang adong dope jolma maringanan disi. Ai anggo di nanilaosanna I, ima negeri ambarita sinuaeng nungnga diingani pinompar ni naimbaton dohot silahi raja huroha. Dung sahat silahi saungan tu tolping, dibereng ibana ma apala tangkas tudu ni huta siarsam nuaeng tu tao, mansai tolping situtu topi pasir I, jadi didok ibana ma: tolping do hape topi pasir dison, bahenonku m goar ni tano on tolping.
B. Ido Alana hubahen namargoar tolping laut I. dung maringan silahisabungan di tolping, dibereng ibanama tutu dompak balige, dang taarida be balige, ala nungnga didondoni bona ni tuktuk si asu I, jadi sonang ma rohana maringanan disi. Dungi laho ma silahi sabungan tu pulo tolping I, ai adong tubu disi hau jabi-jabi dohot baringin na toho marborasi jala boras ni angka hau I laos mardabuan tu tao i. jadi mansai godangma ihan batak dibereng silahisabungan marihur-ihur mangallangi boras ni angka hau i.jadi tubu ma rohana naeng mambuat angka ihan I, marpuriapi ma ibana dohot martabu tabu.
C. Jadi sian tolping laho ma silahisabungan, mardoli-doli tu pngururan dohot tu tamba, mardalan mangalaosi harangan pinagar sahat tu luat salaon. Jadi marale-ale ma silahisabungan dohot sitamba tua. Alai adong ma boru ni simbolon mansai nauli situtu. Jadi disuru silahisabunganma ale-alena si tambatua mambahen hata tu boru simbolon i. alai mangorai ma simbolon asa unang tu silahisabungan borunai, ala marale-ale silahisabungan dohot sitamba I. jadi di mitmithon sitambama boru ni simboloni asa saut tu silahisabungan, ai dipaula silahisabungan a jolo mulak tu tolping. Jadi ditaruhon sitamba ma boru simbolon I tu salaon, jala ditomu silahisabunganma tu salaon, gabe diboanma omputta boru simbolon I tu tolping. Taringot parsaut ni boru simbolon tu silahisabungan, adong do ra tulang nami naumbotosa hasintongan ni i. jadi dang manang sadia leleng, jagarma dagingni omputta boru simbolon, gokma dibulanna. Gokma diarina, sorang ma dihiringan. Jadi disukkun silahisabunganma omputta boru I, ninna ma oooo…..inang namora boru aha do naro i?dungi didok boru simbolonma mangalusi : songon ho do lahi-lahi. Jadi las situtu ma rohani silahisabungan. Dungi disukkun silahisabunganma boru simbolon manang ise do bahenon goar ni dakdanaki. Jadi dialusi boru simbolon ma : ia ho do situan doli, margoardo silahisabungan margoar sahat lahi-lahi parsabung(lahi-lahi parbada) alani I ia anakta on unang be nian songon ho lahi-lahi parbada, naeng maon nian lahi-lahi raja. Jadi dibahen nasidama goarna SILALAHI RAJA.(na laos silalahi raja ma muse mamargahon silalahi) antong nahurang denggan do goarhi? Ndang pola hurang denggan. Ai amang silalahi rajanama panggoarim. Jadi amang silalahi rajama tutu panggoari(paramani silahisabungan) ai pattang do sai goar danak dijouhon halak,molo dung adong anakkon na alai tutu gabe tarbalik do muse panjouhon ni halak tu amang silalahi raja, gabe ama raja silalahi.
Jadi humatop nama dijouhan halak ama raja silalahi. Dungi lao silalahisabungan tu paropo laos goar ama raja silalahi do dijouhon.
Dungi ditahi silalahi sabunganma asa ikkon hau pongki pandadangan ni boru simbolon, asa pongki muse holi-holi ni dakdanai. Dungi diingot ibana ma harangan pinagar ima na ditingi nalaho ibana mardoli-doli mngaririt boru simbolon. Lao ma ibana tu harangan i. alai dung sahat silalahisabungan diharangan I, songon naso tarjou dihilala ibana. Ai pitu ari pitu borngin ibana dibagasan harangan I ditaba hau pongki I, alai di napitu ari ima ibana mandapot parbinotoan hagogoan sian debata mula jadi nabolon. Dung sae ma pitu ari I ditaba ma hau pongki na tongot di topi ni aek na diharangani, dinalaho manaba ibana, jumolo martonggo ma ibana tu debata mulajadi nabolon, didok ibana ma di hau ni tonggonai : ASA HUTONGGO MA HAMU ALE OPPUNG DEBATA MULAJADI NABOLON, HUPANGALU-ALUI MA HAMU,HAMU DO NAMANJADIHON NASA NAADONG, NAMANJADIHON HAGOGOON, NAMANJADIHON BOTO-BOTOON, NAUNG DILEHON TU AHU DI HARANGAN, ASA DONGANKU MAI MODOM, DIJOLONKU I MARDALAN,DILAMBUNGKU I HUNDUL, SINIHATTON I DI PARDOMPHAN. ASA TANGKAS MARPALIAS, JALA MAROLA-OLANG, UNANG ADONG ULAONTA GARTUK LOBI NAHAUDANAN. ASA SINTONGMAI SUNGGU: HARANGAN ON, TANO ON DOHOT AEK ON JADI PAGAR MA ON DI AHU DOHOT DIGOMPARANKU, NAMARTUA MA HARANGAN ON, JALA SOMBAON JUNJUNGAN DI GOMPARANKU, laos diinum ibana ma aek na disi. Jadi digoari ibana ma harangan I na martua pagar.
Dungi mardalan ma ibana laho mulak tu huta(tu tolping)jala diboan ma ha pongki i. sahat ma ibana di jolo di dolok namargoar sibarimbingan. Silahisabungan do mambaen goar ni dolok I sibarimbingan, Alana songon na marbaribing dolok I dibereng ibana, sian dolok sibarimbingan on manuat ma ibana muse tu dolok-dolok na dingkantoruna, jadi tangkas ma muse tarida huta tolping, jala las boi ma tantanonna sian I hau I dohot sahat tu toru (jonok tu huta). Andorang so ditantani silahisabungan hau I, hundul ma ibana di jolo diginjang ni sada batu di talhis(torhis) ni dolok-dolok i. martonggo ma muse ibana disi didokma : ale mula jadi nabolon, namanjadihon nasa na adong, nungnga huboan hau pongki on pandadangan ni anaku sian harangan namartua pinagar jinadihon mi. tantanonku ma hau on, papintorma dalanna sitokka matarlombang. Martua ma batu on panantanan ni soban ni anakki. Asa dohot maon sobaon junjungan di nahugompar. Ido namargoar inganani (batu i) namartua panantanan). Jadi di tantan ibana ma hau I, denggan ma pardalananna sahat tu toru ni dolo-dolok i.jadi tuat ma nang ibana tu toru, dibahen ma hau I sahat tu huta. Dungi didok boru simbolon ma. Boasa tung bahenonmu au ngali-ngalian ditataringon? ai leleng ma ho na ro i?.
Dungi dipatorang silahisabunganma, sude namasa I tu boru simbolon, naung dapotan hagogoon dahot parbinotoan ibana sian mula jadi nabolon, jala namatua pinagar dohot namartua panantanan gabe sombaon junjungan di pinompar nasida. Jadi di pandadangkon boru simbolon ma hau pongki i. dungi sai mardalani do amaraja silalahi manandangkon parbinotoannai, jala adong do sada asuna. Manang tudia ibana lao, sai tong do di ihuton asu nai ibana.
Asa molo margondang marga silalahi di tolping sin nahinan sahat tu saonari parjolo do dipinta gondang junjunganna, ima gondang ni namartua pinagar, namartua panantanan sahat tu si bamboruanna. Alai ia anggo omputta boru simbolon, dung tubu silalahi rajapintor jora ina-ina on nama. Asa holan silalahi raja do tubuna. Jala silahi sabungan dung dapotan parbinotoan na dipinagar I, gabe ikkon manjujur ari nama asa boi maridi, olo do sipata sahali sabulan maridi.

PARDALANAN RAJA SILALAHI TU PARBABA
Dungi di nasahali, di jou halak nasian lambung ni tano parbaba ma ama raja silalahi laho marsinabal (majjujur/pollung) ala adong huroha goarna dohot halak na asing. Jala halak namanjou I do nampuna tano parbaba I hian. Alai sai di ingot ibana do harangan namartua pinagar I, gabe tusi do ibana jumolo lao, dung siani ma ibana muse tuat tu parbaba. Dungi monang ma halak namanjou ama raja silalahi I dibahen jujur pollung ni ama raja silalahi. Jala nungnga marpadan hian nasida, ingkon lehonon ni halaki upani ama raja silalahi molo sahat pataluhon nasida. Jadi dipangido ama raja silalahi ma ikkon tano parbaba I upana. Jadi dilehon halak ima tano I tu ibana………………
PARDALANAN RAJA SILALAHI TU PAROPO
1. PAMBUAT NI AMA RAJA SILALAHI DI TANO PAROPO
2. PANGOLIONNI AMA RAJA SILALAHI TU BORU PAKPAK
3. PARIANAKONNI AMA RAJA SILALAHI TUBUNI BORU PAKPAK
Dungi di nalaho mardalani ama raja silalahi dompak paropo, ai nungnga di tatap iban I hian huroha sian pinagar nang sian parbaba, namarihur do idaon tu tao di tongging, manalantap tu tao ni silalahi, didok ama raja silalahi ma tu boru simbolon ; unang songon na nagetan ho di jolo da, molo tatais ahu mulak, ai laho dope au mardalani manandangkon nahuboto. Dungi lao ma ama raja silalahi. Dibuat ibana ma sian ni tano sappohul dohot aek sabu tahu, jala ditonggohon ibana ma disi, asa jadi pagar mai di ibana boanonna, manang dompak dia ibana laho. Hamu ale angka amang ; sa sintongna tung so adong do tano (luat) pambuatan ni silahisabungan di tano sappohul dohot aek nasatabu-tabu na binoanna tu paropo, asa tangkas na sian harangan pinagar do (Alana di harangan pinagar I ibana namandapot hasaktianna i)
Dung tuatma ibana tu parbaba, jala sian parbaba pananggana (santabi biangna) do dihunduli ibana songon soluna mamboan ibana sahat tu paropo mangalaosi tao silalahi (goar sinuaeng). Saotik hatorangan taringgot panangga ni ama raja silalahi do mamboan ibana tu paropo

Sabtu, 16 Januari 2010

chating

Nova ;
oh makasih
knpa grogi kau?
23:01Yoshi Demson :
grogi aza
krn kakak di jerman
kok bisa kirim salam getho
heran juga nantulang sampe nanya
kapan klian berhubungan(teleponan) katanya,
jadi kubilang kami chating lewat internet
dan sepertinya nantulang ngerti dengan chating
23:04Nova ;
ah biasa ajanya chating
23:05Yoshi Demson ;
dikampung kami di ambarita gak biasa chating
cuma klo diblang internet org tuh sedikit manggut-mangut
tanda ngerti apa gak
aq kurang tau
tp mudah-mudahan lah org tuh ngerti biar gak nampak kali kampung kami ketingglan
oughhhhh......
sedihnya kampungku.....
entah kapan maju
23:24Nova ;
lagi dmana skrng?
23:25Yoshi Demson ;
lg dirumah bingung gak tau mau ngapain?
mencoba menutup mata tapi sulit
selalu ada sosok bayangan melintas dikelopak mataku
23:26Nova ;
kok bingung,klo g ada kerjaan masak kek ato apa gitu
bah, ada bayangan, mo ikut uka2 kau ya
23:27Yoshi Demson ;
bayangan seseorang yang pernah singgah dihatiku
yang selalu mengingatkanku akan masa-masa indah bersamanya
kini dia telah pergi dan tak mgkin bisa aq meraihnya lagi
23:29Nova ;
puitis kali kau bah
kemana emangnya dia pergi?
23:29Yoshi Demson ;
dia pergi untuk tidak akan pernah kembali
dan mgkin hanya menambah lukaku jika dia kembali
dia telah menancapkan duri dihatiku
dengan penuh tawa dia meninggalkanku dalam keadaan terluka
karena dia tidak pernah mengerti dengan arti cinta di hatiku
tapi aq rela dia pergi bersama kekasihnya yang baru
karena aq begitu mencintainya
karena bagiku.......
kebahagiannya adalah kado terindah dalam hidupku
23:33Nova ;
emangnya dia ketawa, waktu itu?
23:33Yoshi Demson ;
dia tidak tertawa di depanku
krn dia tidak melihatku
tapi aq merasakan ada tawa yang asing bagiku
23:34Nova ;
jgn pernah buat asumsi sndri,klo tdk ada buktinya
23:35Yoshi Demson ;
perasaan tidak pernah butuh bukti
dia akan mengalir seperti air
mengikuti kata hati
mendengar walau tidak punya telinga
berbicara walau tidak punya mulut
23:37Nova ;
sori ya, tapi klo kau nya begitu terus sampai kapanpun akan susah jln ke depan
klo selalu punya pemikiran yg tdk ada kebenarannya
terkadang kalau bawa suasana dan perasaan kita g akan maju
23:38Yoshi Demson ;
aq tahu langkahku dah berhenti smpai disini
karena tak ungkin aq berharap lg padanya
karena dia tidak pernah beri harap
23:38Nova ;
perlu terkadang pake logika
23:38Yoshi Demson ;
krn tak mungkin aq berharap lg padanya
Yoshi Demson ;
karena dia tidak pernah beri harap
23:38Nova ;
jgn perasaan mulu
ya, kalo kau dah tau klo kau g bisa berharap lagi, jgn diingat lagi
23:39Nova ;
ya, kalo kau dah tau klo kau g bs berharap lagi, jgn diingat lagi
23:40Yoshi Demson ;
aq dah berusaha melupakannya...........
tapi............
di saat aku semakin melupakannya bayangannya seakan tidak akan pernah hilang dari ingtanku
23:43Nova ;
itu namanya bukan melupakan, tapi masih mengingat2 trus
23:44Yoshi Demson ;
mgkn aq salah terlalu membawanya kedalam perasaan sehingga sulit menghapusnya dari ingatanku
23:45Nova ;
mgkn
23:46Yoshi Demson ;
biarlah aq hidup dalam bayangan wajahnya
mngkn hanya bayangnyalah yang bisa kumiliki
23:46Nova ;
lebayyyy
23:46Yoshi Demson ;
walau ku tahu itu semu
23:47Nova ;
lebayyy lagiii
knpa sih skrng pria2 terlalu lebayyy
23:47Yoshi Demson ;
Aq tahu untuk urusan cinta dan perasaan aq tidak setegar yang kamu lihat
Aq akui terlalu lemah melawannya
23:49Nova ;
lho emang bener kok
23:49Yoshi Demson ;
yah bener......
aq gak mau menyalahkanmu
aq tdk mau membuatmu terluka
dengan kata-kataku
23:50Nova ;
btw ngomong jauh2, kau ceritain siapa sih?
23:51Yoshi Demson ;
Kamu tidak akan pernah tau dan tak ada gunanya di kasih tahu
Krn itu tidak akan merubah segalanya
23:51Nova ;
klo g ada perubahan, ya jgn dibahas, buang energi
aku g suka liat orng yg lebay gitu
terlalu sentimen
23:53Yoshi Demson ;
bilang aza sesuka hatimu....
krn mngkn hanya inilah yang bisa kudapatkan darimu
23:55Nova ;
lho kok kau marahnya ke aku
emang aku bilang apa
23:55Yoshi Demson ;
dan aq berterimakasih kepadamu krn dah membaca curhatku
walau sarannya sedkt menusukkan sembilu di dadaku
23:56Nova ;
kan salah lagi
emang aku bialng apa ke kau?
23:57Yoshi Demson ;
aq gak tahu
23:58Nova ;
lah kok kau nya aja ga tau, gmana bs kau bilang kl aku kasi saran yg menusuk??
klo kau ada masalah ama seseorang, selesaikan dong
aku g ngomong, kok kau nya tullis perkataan seperti itu
23:59Yoshi Demson ;
Kamu hanya pura-pura nanya atau memang gak punya perasaan hanya kau yang tahu
Kini…….
semuanya dah berahir............
00:00Yoshi Demson ;
semuanya dah usai...........
00:00Nova ;
ya klo dah berakhir, buat apa diributin lagi
oalah
00:00Yoshi Demson ;
aq hanya mengingatnya...........
00:00Nova ;
klo klen dah bubar, ya sudah
00:01Yoshi Demson ;
bukan hanya bubar
dia sudah tidak ada lagi bagiku
aq hanya mengenangnya
00:01Nova ;
klo itu yg terbaik buat kalian berdua
dah sah bubarannya lagi?
mo gmana lagi?
dah tak berarti lagi
btw. sori ya, klo dia ternyata dia dah tak berarti lagi
klo boleh tau, knapa?
gak perlu dijwb, klo g bersedia mnjwb, bkn paksaan
00:04Yoshi Demson ;
dia dah kubunuh
!!!!!
00:04Nova ;
ah, udah lah, ngeri kali pun kata2mu
g suka aku dengar yg kyk gituan, jgn maen2lah
00:05Yoshi Demson ;
dia dah kubunuh dalam perasaanku
untuk tidak berharap lagi padanya
00:06Nova ;
sori ya, kata2mu kelewatan batas
00:07Yoshi Demson ;
maksudnya?katakataku ada yang salah?
00:08Nova ;
sori ya, kata2mu kelewatan batas

boleh maen2, tapi klo menyangkut bunuh membunuh, aku g mau dengar

sori ya, kata2mu kelewatan batas
00:10Yoshi Demson ;
kata2 itu hanya luapan atas cinta yang kumiliki
00:10Nova ;
g lucu banget, bener deh
aku bene2r g suka
00:11Yoshi Demson ;
tapi aq dah gagal.....
perasaanku sedikit terusik tadi.....
krn sesuatu hal yang tidak bisa ku ungkapkan di chat ini
00:12Nova ;
tapi sori, aku g mau ngomong lagi
00:12Yoshi Demson ;
aq berharap kamu bisa mengerti
maaf klo kata "kamu"kupakai untuk mu krn aq gak bisa menulis cerita ini klo paka kata kakak
mohon mengeti yah
bantu aq melanjutkan cerita ini ....
00:14Nova ;
gak ah, aku g ikut2an
itu urusan kalian berdua
00:16Yoshi Demson;
yah bener ini urusn kami berdua
sebuah cerita yang gak ada akhirnya
tak akan berakhir
krn janjiku..........
krn cintaku..........
untuk dia.............
sekalipun dia tidk ada lagi
tapi aq yakin suatu saat ..........
dia akan mengetahui kebnaran
kebenraran sebuh cinta sejati
walau tidak dikehidupan ini
00:20Nova ;
terserahmulah, yg penting aku g ikut campur
00:20Yoshi Demson ;
dia telah berubah sejak dia pergi jauh meninggalkan diriku...
aq hanya bisa berharap dia bahagia....
krna bahgianya adalah kado terindah bagiku
terimakasih dah menemani malamku....
walau tidak sesempurn yang kamu harapkan.
karena sesungguhnya tidak ada yang sempurna di dunia ini
dan ceritaku jadinya sedikt berantakan
walau dikehidupan ini
tidak bisa membawamu memahaminya
dan tidak bisa masuk kedalamnya
karena kamu menjagnya supaya tidak masuk kesana
tapi aq sedikit sukses
membawamu hampir setngah cerita ini
Siska Novalina
terserahmulah, aku g mau tau
00:28Yoshi Demson ;
aq gak tau harus bilang apa lagi
supaya kamu mau mengerti dan mau tau
maaf tadi dengan kata2 membunuhnya
telah membuatmu sedikt takut jadinya
yah apa oleh buat lgi dah terlnjur
13:26Nova sedang offline.;
sesaat dia offf terdengar sayup-sayup lagu angen band dari laptop ku
haii pujaan hati
apa khabarmu?
kuharap kau baik2 saja
pujaan hati
andai kau tau kusangat mencintai diirimu...
setiap malam aku berdoa...
agar cintaku jadi kenyataan
.........
mengapa kau tak membalas cintaku
mengapa kau abaikan rasaku
ataukah hatimu tlah beku
hingga kau tak pedulikan aku
..............